
Doktrin tentang niat menghancurkan, musuh terbesar, kaum yang harus dibenci, dimusuhi, harus dibasmi membuat kita(saya) sedikit paranoid dengan kaum bani israil ini. Kesalahan terbesar dari doktrin ini tidak mengajarkan pada kita (saya) keadaan sebenarnya jika saya harus berhadapan dengan mereka. Saya terlalu sibuk membayangkan sesuatu yang besar dan waspada terhadap itu, padahal di Koran dan Hadist secara jelas menyebutkan sifat dan itu lebih aplikatif.
Saat sesi pemilihan topik dan kelompok, rasa penasaran untuk kenal dengan musuh muslim ini lebih besar dibanding rasa safety yang harus saya pertimbangkan. Alhasil, bergabunglah saya dengan kelompok yang terdiri dari 2 orang israel dan 1 india dan 1 china. Kerjasama pun dimulai. Entah, yang jelas salah satu orang israel ini seperti jadi leader kami walaupun gak ada yang memilih dan sepakat untuk itu. Saya hanya berfikir ini bagian dari karakter orang-orang dimana dalam kelompok ada yang jadi leader dan sisanya follower untuk dapat mengerjakan tugas bersama-sama.
Cara berfikir dengan sistematis dan analisa yang bagus bener-bener saya acungkan jempol buat mereka. 4 buku wajib yang harus kami baca, kami bagi rata untuk pengerjaannya, tapi mereka (para hebrew-an ini) membaca ke 4 buku itu dan membuat semacam kesimpulan awal dan kesimpulan akhir! dimana buat kami orang-orang asia, selain malas, untuk mengerti satu buku dengan bahasa inggris dan jerman sudah cukup merepotkan.
Alhamdulillah, mereka (orang-orang israel) ini ternyata baik. Ketika saya tembak dengan pernyataan bahwa saya seorang muslim, mereka anggap itu bukan sesuatu yang harus dipusingkan. Saya berteman dengan mereka seperti berteman dengan orang-orang yang lain. Mereka juga ajak saya dalam 1 proyek mereka. Mereka beri saya banyak penjelasan tentang bagaimana israel, daerah-daerah di israel dan apa yang mereka hasilkan di israel. Mereka juga beri banyak opini tentang masalah perseteruan antara yahudi dan muslim. Ketika banyak berita bermunculan tentang Al-Aqsho akan diserang yahudi, dan saya bertanya, mereka buka beberapa situs yang memberikan info tentang itu (dan itu semua situs dalam bahasa hebrew). Saya tetap waspada dengan semua kebaikan mereka, biarpun dengan sedikit kebingungan, apa yang harus saya waspadai?!. Bayangan-bayangan awal yang dulu sempat kepikir mulai hilang saat mereka ternyata memperlakukan saya terbalik dengan apa yang saya pikirkan. Bahkan saat saya bercerita betapa bangsa israel dibenci di indo, dan amat sangat sulit menemukan barang-barang yang berbau israel di indo, mereka malah memberikan saya souvenir yang 100% berbau israel.
Dua hari sebelum presentasi tugas kami, mereka men-push kami untuk mempersiapkan referat kami dengan baik. Goal mereka adalah membawa group kami menjadi yang terbaik sehingga dapat memperoleh point tambahan untuk nilai kami. Sedang saya dan teman china saya hanya menganggap ini adalah tugas yang tidak perlu segitunya amat untuk dapat point tambahan. Sehari sebelum presentasi, saya memutuskan menggunakan film untuk bahan presentasi saya dan ini saya rundingkan dahulu dengan kelompok saya, karna secara keseluruhan, materi presentasi harus selaras dengan presentasi anggota yang lain sehingga bisa jadi satu materi presentasi utuh. Malam sekitar jam 21.00 sebelum pulang kami, 2 israel, 1 india dan 1 china setuju bahwa di materi presentasi saya akan ada clip film. Dan presentasi dengan film itu lah yang saya persiapkan untuk presentasi besok pagi. Jam 8 pagi, 1 jam sebelum presentasi kita berkumpul dan 2 orang yahudi ini memutuskan untuk memindahkan film dari presentasi saya ke presentasi teman saya yang india. Mereka hanya bilang, " semalem kita pindahin bagian ini dan kita gak bisa kontak kamu karna sudah terlalu malam". Argumen? pasti!!! tapi seperti orang yang sudah tau bakal kalah, karna 3 orang se-ide melawan 2 orang se-ide. Hanya teman china saya yang membela saya. Karna ini bagian dari kelompok, mau gak mau saya harus terima keputusan ini. The show must go on. Seperti hidayah dari ALLAH, presentasi yang saya rombak jadi presentasi spontan, tanpa point teks yang saya persiapkan, ternyata lebih hidup dan banyak audience yang suka. Akhir presentasi saya tutup dengan Alhamdulillah walau dengan sedikit kritik dari profesor saya karna materi presentasi yang saya tampilkan menggunakan 2 slide yang sama. Saya sempat berargumen bahwa itu untuk menggantikan film yang harusnya ada di bagian saya. Tapi seperti yang saya duga. "Apa yang kamu tampilkan, ya itulah kamu. Entah apa yang terjadi sampai kamu bisa menampilkan itu, gak ada yang mau tau". Akhir dari dari presentasi kelompok kami, kami menjadi kelompok dengan nilai tertinggi seperti yang di targetkan orang-orang yahudi ini. Salut!
Banyak pengalaman yang bisa saya ambil dari kejadian ini. Sifat yahudi itu munafik. Jika berkata dusta, jika diberi amanah ingkar! Itu yang harus kita waspadai. . Jangan terlalu berfikir besar kalo yang kecil aja belum mengusai. Tetap kita harus waspada bahwa yahudi berniat menghabisi islam. Tapi kalo hanya menitik beratkan pada niat yahudi itu, Islam akan hancur tanpa yahudi, tapi dengan islam sendiri. Ini sekedar opini, jangan recoki pikiran anak-anak muslim bahwa yahudi itu sesuatu yang harus kita benci dan musuhi. Tapi beri pengertian akan sifat-sifat mereka sehingga mereka bisa waspada sekaligus mengambil keuntungan dari ilmu dan kepandaian kaum bani israil. Kalau saya lihat, islam yang sekarang ini aja gak bisa bersatu buat mendepak israel dari tanah palestina, kenapa juga kita masih berfikir di lapisan abstrak bahwa yahudi bisa kita basmi dengan kebencian kita. Orang "besar" adalah orang-orang yang bisa melihat masalah dan memikirkan solusinya. Bukan hanya mengetahui masalah dan menyebarkannya lewat tulisan. (tembusan : nasehat untuk diri saya sendiri)
No comments:
Post a Comment