13.8.07
21.7.07
New gadget for life
Sudah lama juga rasanya gak berhubungan dengan blog. Masalah sosial yang ditimbulkan dari tulisan hati harian sangat besar efeknya ternyata. Alasan terbesar sendiri untuk tidak mengakarabkan diri dengan blog lebih karna waktu. Bukan karena kesibukan, tetapi jika waktu bisa digunakan untuk hal lain yang berguna selain mengisi blog, kenapa tidak?
Mungkin sampai sekarang saya masih berprinsip seperti itu. Sampai rutinitas mulai memenuhi hari-hari saya yang akhirnya saya punya waktu-waktu luang untuk diisi lebih banyak dengan browsing gak jelas yang hanya membuat mata cape.
Memulai diri untuk menulis ternyata pekerjaan paling berat untuk saya sekarang ini. Padahal dengan terbiasa menulis, melatih pola pikir dan berbicara saya untuk lebih teratur. Plus pepatah,'orang dikenal karna tulisan dan hasilnya, bukan dari ide atau keinginannya', seharusnya sudah bisa memberikan semangat untuk menulis. Tetapi, kita lihat saja beberapa bulan ke depan.
Life Engineering akhirnya saya putuskan untuk menjadi judul blog saya sekarang. Dengan tetap mempertahankan isi blog saya terdahulu, bagian hidup saya dengan sisi-sisi cinta, masalah, cemburu, prinsip, perjalanan, ide yang saya lewati beberapa tahun dibelakang.
Tempat tinggal baru dibalikpapan, gadget-gadget baru, pekerjaan baru memberi saya banyak pilihan untuk topik-topik tulisan saya nantinya. Pada akhirnya, apa yang terjadi depan bisa jadi pembuktian apa yang saya tulis sekarang.
Mungkin sampai sekarang saya masih berprinsip seperti itu. Sampai rutinitas mulai memenuhi hari-hari saya yang akhirnya saya punya waktu-waktu luang untuk diisi lebih banyak dengan browsing gak jelas yang hanya membuat mata cape.
Memulai diri untuk menulis ternyata pekerjaan paling berat untuk saya sekarang ini. Padahal dengan terbiasa menulis, melatih pola pikir dan berbicara saya untuk lebih teratur. Plus pepatah,'orang dikenal karna tulisan dan hasilnya, bukan dari ide atau keinginannya', seharusnya sudah bisa memberikan semangat untuk menulis. Tetapi, kita lihat saja beberapa bulan ke depan.
Life Engineering akhirnya saya putuskan untuk menjadi judul blog saya sekarang. Dengan tetap mempertahankan isi blog saya terdahulu, bagian hidup saya dengan sisi-sisi cinta, masalah, cemburu, prinsip, perjalanan, ide yang saya lewati beberapa tahun dibelakang.
Tempat tinggal baru dibalikpapan, gadget-gadget baru, pekerjaan baru memberi saya banyak pilihan untuk topik-topik tulisan saya nantinya. Pada akhirnya, apa yang terjadi depan bisa jadi pembuktian apa yang saya tulis sekarang.
1.1.06
Tahun baru, Harapan baru
None sense! gak ada hubungannya itu tahun baru sama harapan baru. Tahun baru ya tahun baru, kalo mau diartiin, tambah umur tambah masalah tambah stress. Yang namanya harapan itu datengnya dari kesempatan. Kalo gak pernah berhadapan ama kesempatan ya jangan muluk-muluk untuk berharap. Kalo gak pernah berharap berarti termasuk orang-orang yang tidak akan mengenal apa itu namanya gagal. Cukup fair kan! Seperti kata pepatah. Jangan pernah mencoba kalau tidak ingin gagal. Kegagalan bukanlah sukses yang tertunda. Yang namanya gagal, ya gagal. Di dunia nyata itu, orang gak peduli sama yang namanya usaha. Yang mereka mau lihat itu hasilnya. Jadi tahun baru kali ini, adalah tahunnya realita. Jangan terlalu banyak mimpi. Lihat sekeliling elo! Kalian itu udah terjebak realita!
Happy new reality year 2006.
Happy new reality year 2006.
12.12.05
wake me up when december come
walah! banyak banget kejadian bulan ini. Mulai dari catut nama, salah tuduh, presentasi yang numpuk, report-report yang mesti diberesin, India-india yang pemales dan nyebelin yang akhirnya mesti di "kick" biar pada nurut, proyek yang rada kesendat gara-gara programmernya banyak kerjaan di kantornya, buanyak!!!!. Tapi semua gak ada apa-apanya deh kalo tiap pagi bisa ngeliat perempuan mungil yang bikin flash back. Cukup sedikit harapan dari yang namanya sayang (cinta extrimnya) dan semua masalah ada masalah. Bukan beban! hehehhehe
18.11.05
Perempuan sempurna, Sempurnanya perempuan
Mengutip judul diatas seperti men-flasback diri saya 8 bulan kebelakang, disuatu obrolan santai bersama beberapa colleague yang ditemani kopi panas diberanda atas. Entah karna umur atau memang begitulah jalan hidup untuk laki-laki diumur yang tanggung; umur yang untuk dibilang dewasa kadang masih sering berfikir seperti remaja dan untuk dibilang remaja, kita sudah lepas dari sokongan orangtua dan mampu untuk membuat keputusan yang bertanggung jawab; dimana kita seperti memiliki tujuan yang sama, yaitu menikah. Kami tidak sedang membicarakan kapan kami akan menikah, atau bagaimana kesiapan kami untuk menikah, melainkan perempuan seperti apa yang harus kami nikahi. Perempuan yang kami pilih! Yup, ini memang jadi obrolan yang sangat panjang!
Dalam proses seleksi
Dalam proses seleksi
Subscribe to:
Posts (Atom)
-772081.jpg)